Manajemen Stres Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller) Studi Kasus: MATSC-Makassar

Muhammad Saleh Lalu(1), Syamsiar Russeng(2), Andi Wahyuni(3), Indra Ibnu Fajarwati(4), Iva Hardi Yanti(5), Mahfuddin Yusbud(6*)

(1) Universitas Hasanuddin
(2) Universitas Hasanuddin
(3) Universitas Hasanuddin
(4) Universitas Hasanuddin
(5) Universitas Hasanuddin
(6) Universitas Hasanuddin
(*) Corresponding Author

Abstract


Faktor keselamatan merupakan prioritas utama dalam penerbangan, tidak ada toleransi ataupun kompromi. Peningkatan keselamatan penerbangan di bandara khususnya pada ATC memegang peranan penting. Kesehatan dan keselamatan kerja dari seorang ATC harus diperhatikan agar konsentrasi dalam mengontrol pesawat tetap optimal dan tidak memberikan risiko bagi pelayanan navigasi yang aman dan selamat kepada pilot. Pemahaman karyawan ATC terkait stres menjadi upaya mengenali diri dan beban mental yang dihadapi sehingga dapat mengambil langkah-langkah coping yang tepat untuk mengatasi stres akibat pekerjaan, dan menjadi sumbangsih bernilai untuk meminimalisir risiko human error. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap 21 karyawan ATC dengan membandingkan tingkat pemahaman terkait stres sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hasil uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan, 38,1% karyawan ATC memiliki pemahaman kurang, dan setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pemahaman tentang stres, meskipun masih terdapat 9,5% yang memiliki pengetahuan kurang. Kondisi mental yang kuat dari gangguan stres dapat berpengaruh positif terhadap performance karyawan ATC, karena itu perlu diberikan pelatihan manajemen stres untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya mengenali tanda-tanda stres. Managemen Stres merupakan upaya seseorang ATC mengenali diri dan beban mental yang dihadapi sehingga dapat mengambil langkah-langkah coping yang tepat untuk mengatasi masalah stres akibat pekerjaanya. Manajemen stres juga akan mampu menghindari ATC dari rasa boring dan burnout.

Keywords


manajemen stres; keselamatan kerja; ATC

References


Budiman, J, Pujangkoro, SA, Anizar. (2013). Analisis Beban Kerja Operator Air Traffic Control Bandara XYZ dengan Menggunakan Metode NASA-TLX. e-Jurnal Teknik Industri FT USU Vol. 3 (3): 15-20

Gunaryadi. (2016). Keselamatan Penerbangan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

ICAO. (1989). Human Factors Digest No. 1 Fundamental Human Factors Concepts. Montreal: ICAO Circular

Mangkunegara, A.P. (2010). Perilakku dan Budaya Organisasi. Bandung: PT. Refika Aditama.

Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara Nomor KP 287 tahun 2015 tentang Pedoman Teknis Operasional Bagian 69-01 (Advisory Circular Part 69-01) tentang Lisensi, Rating, Pelatihan dan Kecakapan Personal Pemandu Lalu Lintas Perhubungan

Puspitasari, MD, Kustanti, ER. (2018). Hubungan Antara Persepsi Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Air Traffic Controller di Perum LPPNPI Airnav Indonesia Cabang Madya Surabaya. Jurnal Empati Vol.7 (1): 113-118

Roa, J. (2018). Air Traffic Controller Additional Workload as a Result of Aircraft Dynamic Separations. In: Stanton N (eds) Advances in Human Aspects of Transportation, AHFE 2017. Journal Advances in Intellegent Systems and Computing, 597, 139-144. https://doi.org/10.1007/978-3-319-60441-1_14

Saleh, L.M. (2017). K3 Penerbangan: Sebuah Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan Air Traffic Controller (ATC). Yogyakarta: Deepublish

Saleh, L.M. (2018). Man Behind The Scene Aviation. Yogyakarta: Deepublish.

Saleh, LM, Russeng, SS, & Tadjuddin, I. (2020). Manajemen Stress Kerja: Sebuah Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Aspek Psikologis pada ATC. Yogyakarta: Deepublish

Schneiderman, N., Ironson, G., Siegel, S.D. (2005). Stress and Health: Psychological, Behavioral, and Biological Determinants. Journal Annual Review of Clinical Psychology, 1, 607-628. https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.1.102803.144141

Seaward, B.L. (2012). Managing Stress. Burlington MA: Jones & Bartlett Learning.

Setiaji, S., Wajdi, M.F. (2017). Disertasi: Pengaruh Beban Kerja dan Iklim Kerja Terhadap Stres Kerja Air Traffic Controller dalam Sebuah Bandar Udara. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Stress Management Society. What is Stress? [internet]. 2016 [cited 2019 May 03]. Available from: http;//www.stress.org.uk/wha-is-stress/.

Susanti. (2016). Faktor Penyebab Kelelahan dan Stres Kerja Terhadap Personel Air Traffic Controller (ATC) di Bandar Udara “X”. Jurnal Perhubungan Udara, 42 (3), 123-138. https://dx.doi.org/10.25104/wa.v42i3.243.139-148

Tarwaka. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan Kesehatan Kerja. Surakarta: UNIBA Press

Tomic, I., Liu, J. (2017). Strategies to Overcome Fatigue in Air Traffic Control Based on Stress Management. Journal of Engineering and Science, 6(4), 48-57. https://dx.doi.org/10.9790/1813-0604014857

Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan

Widodo, E.S., Fahmi, R., Pantaryanto, N. (2015). Tingkat Stres Petugas Pemandu Lalu Lintas Penerbangan. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik, 2(1),64-81.




DOI: http://dx.doi.org/10.25104/wa.v46i1.376.39-46

Article metrics

Abstract views : 208 | views : 78

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

WARTAARDHIA Indexed by:

      Infobase Index  Logo IPI  Home  

Copyright of Warta Ardhia (e-ISSN:2528-4045, p-ISSN:0215-9066) Sekretariat Jurnal Transportasi Udara, Jl. Medan Merdeka Timur No. 5 A Jakarta Pusat 10110. Tlp. (021) 34832944, Fax. (021) 34832968. Email:litbang_udara@yahoo.co.id; warta.ardhia@gmail.com.

    Creative Commons License 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Web
  Analytics View My Stats