Penentuan Tebal Perkerasan Lentur Berdasarkan Nilai CBR (California Bearing Ratio) dan ESWL (Equivalent Single Wheel Load) Pesawat Rencana Pada Perencanaan Pembangunan Bandar Udara Baru di Karawang

Ataline Muliasari, Lukiana Lukiana

Abstract


Construction of a new airport in Karawang until now has not been located. However, to simplify the process of land acquisition, the airport might be located in the coastal area so it does not interfere agricultural land and forestry. This study intends to support the construction of a new airport in Karawang which aims at adjusting procedure of California Bearing Ratio (CBR) in the cilamaya area to pavement thickness on the airport planning development. The study concluded that the minimum thickness of pavement layers in Karawang new airport is 118 cm. The construction carried out in accordance with the value of CBR in the cilamaya area and consider the value of ESWL (Equivalent Single Wheel Load) Boeing 737-900 ER.
Rencana pembangunan bandar udara baru Karawang yang banyak mendapatkan dukungan pengguna jasa penerbangan, hingga saat ini belum ditentukan lokasinya. Tetapi, untuk mempermudah proses pembebasan lahan, dimungkinkan pembangunan bandar udara ini akan dilaksanakan di area pantai agar tidak mengganggu lahan pertanian dan Perhutani. Penelitian ini bermaksud untuk mendukung pembangunan bandar udara baru di Karawang, yang bertujuan menyesuaikan prosedur CBR (California Bearing Ratio) di area Cilamaya terhadap perkerasan pada perencanaan pembangunan bandar udara baru di Karawang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tebal lapisan perkerasan minimum bandar udara baru di Karawang adalah 118 cm, pembangunan dilaksanakan di area Cilamaya sesuai dengan nilai CBR (California Bearing Ratio), dan memperhatikan nilai ESWL (Equivalent Single Wheel Load) pesawat Boeing 737-900 ER adalah 118 cm.


Keywords


California Bearing Ratio (CBR), Equivalent Single Wheel Load (ESWL), Flexible Pavement, Maximum Landing Gear Weight.

Full Text:

PDF

References


International Civil Aviation Organization (ICAO), Annex 14, (1999). Aerodrome Design and Operation. Third Edition.

Azwaruddin.(http://azwaruddin.blogs pot.com/2008/06/pengertianpondasi.html), diakses tanggal 6 Januari 2013.

Basuki, Ahmad dan Syarif, Iwan. (2003). Decision Tree. Surabaya : Politeknik Electronika Negeri Surabaya ITS.

Cholid, Christian, Basuki, dan Adi. (2010). Pengertian dan Istilah Penerbangan Sipil. Jakarta : Grafindo.

Efendi, Ferry. (2011). Civil Engineering. Yogyakarta : Andi.

Horonjeff. (1994). Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara. Jakarta : Erlangga.

Lutfia. (2011). Regangan, Tegangan, Dan Modulus Young. (http://upikkipu.blogspot.com/2011/12/regan gan-tegangan-dan-modulusyoung.html), diakses tanggal 16 Januari 2013.

Mac Donald dan Angus J. (2002). Struktur dan Arsitektur edisi kedua, Jakarta : Erlangga.

Pedoman Teknis Perancangan dan Kontruksi Prasarana Bandar Udara oleh Seksi Mutu Kontruksi Sipil (Sub Direktorat Penyelidikan dan Standardisasi Direktorat Teknik Bandara Udara)

Transport Canada. (2013). Aerodrome Safety (AARME), Ottawa, Canada. 




DOI: http://dx.doi.org/10.25104/wa.v39i3.117.181-191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

WARTAARDHIA Indexed by:

      Infobase Index  Logo IPI  Home  

Copyright of Warta Ardhia (e-ISSN:2528-4045, p-ISSN:0215-9066) Sekretariat Jurnal Transportasi Udara, Jl. Medan Merdeka Timur No. 5 A Jakarta Pusat 10110. Tlp. (021) 34832944, Fax. (021) 34832968. Email:litbang_udara@yahoo.co.id; warta.ardhia@gmail.com.

    Creative Commons License 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Web
  Analytics View My Stats