Notice: Deprecated call without request object. in /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/handler/PKPHandler.php on line 387
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/handler/PKPHandler.php:387) in /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php on line 1360
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/handler/PKPHandler.php:387) in /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php on line 1361
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/handler/PKPHandler.php:387) in /home/qllcfles/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php on line 1364 https://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/gateway/plugin/WebFeedGatewayPlugin/atomWARTA ARDHIA2024-12-27T00:00:00+07:00Sekretariat Badan Kebijakan Transportasijurnalkemenhub@gmail.comOpen Journal Systems<div id="journalDescription"> <table style="margin-top: 10px;" border="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"><img src="https://wartaardhia.com/img/Warta_Ardhia.jpg" alt="" /></td> <td> </td> <td valign="top"> <p><strong>Warta Ardhia</strong> is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security.</p> <p><strong>Warta Ardhia</strong> is published by Secretariat of the Transport Policy Agency, formerly by Air Transportation Research and Development Center and published 2 (two) times a year, June and December. </p> <ul class="highlight"> <li><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180435341"><strong>P-ISSN: 0215-9066</strong></a> </li> <li><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1468986591"><strong>E-ISSN: 2528-4045</strong> </a></li> <li><a href="https://drive.google.com/file/d/1QyHOvCamJhNKuG1jCyjG2R_3W20bTGcW/view?usp=sharing"><strong>Accreditation Number:72/E/KPT/2024</strong></a></li> </ul> </td> </tr> </tbody> </table> </div>https://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/article/view/529Analisis Potensi dan Kesiapan Penerapan Kebijakan Super Hub Transportasi Udara di Indonesia: Studi Kasus Provinsi Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara2025-04-25T17:03:13+07:00Mastuti MastutiNurul Khayana
<p>Pemerintah akan menyusun kebijakan tentang pengembangan <em>super hub</em> di Indonesia dengan menentukan rencana lokasi di Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Utara. Kebijakan <em>super hub</em> transportasi udara meliputi pengembangan bandar udara sebagai pusat (<em>hub</em>) yang memiliki jaringan konektivitas yang luas serta menciptakan kawasan <em>super hub</em> transportasi yang tidak hanya fokus pada bandar udara, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kawasan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan terhadap konsep kebijakan <em>super hub</em> ditinjau dari aspek regulasi dan potensi wilayah serta kesiapan bandar udara di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang bersumber dari observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pada tiga wilayah <em>super hub</em> telah didukung oleh kawasan pengembangan kegiatan ekonomi wilayah termasuk moda transportasi udara dimana sebagian besar wilayah ini telah memenuhi kriteria melayani kawasan strategis nasional dan internasional, melayani jaringan pelayanan dan konektivitas yang luas, memenuhi kriteria pelayanan fasilitas dan dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai bandar udara <em>super hub</em>, serta melayani angkutan logistik dan penumpang nasional dan internasional. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandar Udara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara memiliki potensi dan kesiapan yang lebih tinggi dengan fasilitas bandar udara yang memadai dibandingkan dengan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan dan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda yang masih membutuhkan perbaikan ke depannya.</p>
2024-12-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2024 WARTA ARDHIAhttps://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/article/view/536Windrose Based of Surface Wind Profiles Over a Decade at Soekarno – Hatta International Airport2025-04-25T17:03:13+07:00Heri Azhari NoorM. FachrurroziM. Agus Fitrianto
<p>The study of surface wind characteristics in the airport area is needed to support flight operations in terms of safety and economy. Surface wind data is required during the aircraft take-off and landing phases. The information on surface wind characteristics is used for planning flight operations or the construction and expansion of an airport runway. Using the frequency distribution method, a description of the monthly surface wind pattern was obtained. The results in Soekarno-Hatta International Airport area over 10 years period showed that in January - April the surface wind direction is dominated from the west, May - September is dominated from the east. The months of October, November, and December are a transition from easterly to return to the west (dominated from the south and southwest). This is in line with the general pattern of Indonesia's climate which is influenced by the west monsoon and east monsoon phenomena.</p>
2024-12-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2024 WARTA ARDHIAhttps://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/article/view/538Pengukuran Beban Kerja Mental Instruktur Pilot dan Pilot pada Latihan Terbang Menggunakan Metode NASA-TLX2025-04-25T17:03:13+07:00Adi Yudha Sabil PradanaRiani NurdinBagus Wahyu Utomo
<p>Dalam menciptakan seorang pilot yang berkompeten, tentu membutuhkan instruktur pilot selama pelatihannya. Pada dasarnya selama pelatihan baik itu instruktur pilot dan pilot lebih banyak melakukan aktivitas mental daripada aktivitas fisik. Dikarenakan kegiatan latihan terbang ini membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental instruktur pilot dan pilot di Skadron Pendidikan Pilot Angkatan Udara. Metode pengukuran subyektif yang digunakan adalah Metode NASA-TLX yang telah disesuaikan menjadi beberapa indikator, yang terdiri dari Tuntutan Mental, Tuntutan Fisik, Tuntutan Waktu, Usaha, Kinerja, dan Frustasi. Hasil dari pengukuran beban kerja mental diperoleh skor NASA-TLX untuk Instruktur Pilot sebesar 86,42 dan untuk Pilot sebesar 80,42. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa beban kerja yang dirasakan instruktur pilot dan pilot tergolong beban kerja yang sangat tinggi karena nilai rata-rata WWL yang diperoleh berada pada rentang nilai 80-100. Besarnya skor WWL sebagai Instruktur Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas kinerja dan sebagai Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas usaha. Dari hasil perbandingan rata-rata skor WWL dan NASA TLX tidak terdapat perbedaan skor yang terlalu signifikan antara Instruktur Pilot dan Pilot, sehingga diantara peran Instruktur Pilot dan Pilot sama-sama harus memiliki tingkat mental dan tanggungjawab yang tinggi.</p>
2024-12-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2024 WARTA ARDHIAhttps://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/article/view/561Prediction of Aerodynamic Characteristics for Commercial Aircraft based on Open-Source Cruise Flight Data2025-04-25T17:03:13+07:00Toto IndriyantoHafizhuddin Hafizhuddin
<p>Airplane characteristics are interesting to analyze. The characteristics are shown as aerodynamic, structural and propulsion performance which further shows how economical the aircraft is compared to other aircraft. With the development of automatic dependent surveillance - broadcast (ADS-B), open source commercial aircraft flight data can be obtained easily. This study is performed to develop algorithm that can be used to predict aircraft aerodynamic coefficients. The algorithm is a collection of equations developed and simplified in previous studies. It is then used to estimate mass, lift, drag, and thrust forces, lift and drag coefficients, as well as fuel flow of an aircraft throughout the flight based on open source flight data, such as Flightradar24. The resulting lift and drag coefficients from the application of this algorithm are reasonably close within 9 – 14% compared to available references. Flightradar24 data is actually quite accurate for further flight performance analysis.</p>
2024-12-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2024 WARTA ARDHIAhttps://wartaardhia.com/index.php/wartaardhia/article/view/514Analisis Baggage Delivery dalam Mendukung On Time Performance Maskapai Nasional di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo2025-04-25T17:03:13+07:00Juliater SimarmataPrasadja RicardiantoMuhammad HaririYosi PahalaJermanto Setia Kurniawan
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui pelayanan <em>baggage delivery </em>di PT. Lion Mentari Airlines di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo dalam mendukung tercapainya <em>on time performance </em>pesawat <em>narrow and wide body.</em> Metode penelitian yang digunakan, secara statistik melalui pengujian uji kecukupan data dan uji keseragaman data, menghitung batas kontrol atas dan batas kontrol bawah. Dari hasil analisis maka diperoleh rata-rata waktu pelayanan <em>baggage delivery </em>yang diberikan kepada pesawat tipe <em>narrow body </em>sebesar sebesar 34,2 menit. Rata-rata waktu pelayanan <em>baggage delivery </em>yang diberikan kepada pesawat tipe <em>wide body </em>sebesar sebesar 63,45 menit, sehingga pelayanan yang diberikan tidak optimal. Lamanya waktu pelayanan <em>baggage delivery </em>ini sebagai temuan kunci, adanya waktu yang cukup lama pada bongkar muat bagasi penumpang pesawat dan perjalanan dari <em>apron</em> ke <em>belt conveyor </em>pengambilan bagasi. Dari kedua jenis pesawat yang melayani penerbangan di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo terdapat lima penerbangan yang tidak dapat mencapai <em>on time performance</em> yang disebabkan oleh lamanya penanganan dalam kegiatan <em>baggage delivery</em>, khususnya untuk jenis pesawat Boeing 737-800, Boeing 737-900 dan Airbus 330-200.</p>
2024-12-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2024 WARTA ARDHIA